Blog

Selamat Memperingati Hari Pahlawan “10 November 1945”

By November 10, 2016 One Comment
Hari Pahlawan "10 November 1945"

Hari Pahlawan “10 November 1945”

Tahun 1942, Kedatangan Jepang di Pulau Jawa

Dengan kekuatan pasukan Jepang, Belanda dipaksa menyerah hanya dalam 7 hari setelah kedatangan tentara Jepang di tanah Jawa yaitu pada tanggal 1 Maret 1942.

Setelah insiden dan di akhiri dengan perjanjian Kalijati antara pemerintaj Belanda dan pemerintah Jepang, Indonesia resmi diduduki oleh Jepang.

Tahun 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno

Berselang 3 tahun, tepatnya adalah bulan Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat dan kekuasaan kembali diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Dengan cepat dan sigap saat itu Soekarno langsung memberikan pernyataan tentang kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Jepang dipaksa menyerah karena Amerika Serikat menjatuhkan bom atom tepat di kota-kota besar Jepang yaitu Heroshima dan Nagasaki. Akibat peristiwa ini jepang mengalami kerusakan cukup parah dan dipaksa kembali untuk meningkatkan keamanan negaranya sendiri.

Tahun 1945, Peristiwa 10 November di Surabaya

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya.

Tahun 1946, Pernyataan Tom Driberg terkait insiden 10 November 1945

“… Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun, telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata), berjalan lurus ke arah kerumunan, dengan keberanian besar, dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mereka patuh kepadanya. Mungkin setengah jam kemudian, massa di alun-alun menjadi bergolak lagi…”

“…Brigadir Mallaby, pada titik tertentu dalam diskusi, memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung; kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi, perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah, setidaknya secara lokal…”

“…Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya; yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik… karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata, yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu, yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan …”

Hari Pahlawan "10 November 2017"

Hari Pahlawan “10 November 2017”

Tahun 2017, Perang saat itu vs Perang saat ini

Indonesia telah merdeka sejak 1945 dan sekarang adalah tahun 2017. Saat ini pertumpahan darah dan perang berminggu-minggu sudah tidak bisa kita lakukan. Para pemuda dituntut untuk belajar dan meningkatkan kemampuan dalam segala hal. Kesehatan, pendidikan, kemanaan, ekonomi dan tekologi menjadi tolak ukur kemampuan sebuah negara bertahan di era ini.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat dibantu dengan perkembangan teknologi informasi yang luar biasa membuat semua orang di seluruh penjuru bumi dan memiliki akses Internet akan menjadi sangat berpegaruh dalam memberikan kesuksesan terhaap negaranya.

Saat itu perang menggunakan pedang dan senjata maka saat ini gunakanlah otak kita untuk berfikir dan mewujudkan rencana-rencana besar untuk kepentingan bersama. Buat negara bangga padamu, dan suatu hari kamu akan bangga dengan negaramu. Cintailah Indonesia dan buat Indonesia hidup makmur, tentram, damai, aman, sehat, semangat, cerdas, kreatif, dan semakin baik.

Kami keluarga besar Citi M Hotel Jakarta, mengucapkan selamat hari Pahlawan “10 November 1945”. Indonesia yang semakin jaya dan dicintai masyarakatnya adalah doa kita semua.

 

rchhats

rchhats

Apakah kamu punya banyak pertanyaan dan belum terjawab? Itu sudah cukup - karena banyak orang tidak beruntung dan mereka hidup tanpa pertanyaan.