Blog

Wisata Sejarah di Museum Taman Prasasti Jakarta

By April 25, 2018 No Comments

Tampak luar Museum Taman Prasasti

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata museum ? Tentu yang kamu bayangkan adalah sebuah tempat yang penuh dengan koleksi benda-benda berharga, bersejarah seperti patung, prasasti, batu dan benda-benda kuno lainnya.

Mungkin kalau kamu diajak pergi kesana, kamu tidak akan menolak untuk ikut. Tapi, bagaimana kalau isi dari museumnya bukan hanya benda-benda kuno tersebut, melainkan pemakaman lengkap dengan kereta jenazahnya ?

Ya, koleksi tersebut akan kamu temukan jika mengunjungi Museum Taman Prasasti Jakarta. Museum ini berisi koleksi batu nisan kuno, kereta jenazah antik, dan makam tokoh-tokoh penting.

Disini menyimpan banyak cerita dari kematian para tokoh penting dari berbagai periode sejarah berbeda. Karena itulah kesan suram, sunyi dan penuh duka akan kamu rasakan di museum ini.

Sejarah Museum Taman Prasasti

Dulu sebelum menjadi museum, tempat ini hanyalah area pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober. Makam ini sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1795.

Dengan luas 5,5 ha makam ini dibangun untuk mengganti makam lain di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk ( sekarang Museum Wayang ) yang dianggap sudah terlalu penuh karena tingkat kematian yang meningkat akibat menyebarnya wabah penyakit saat itu.

Pada awal abad ke-19 sebagian besar nisan dari pemakaman Nieuw Hollandsche Kerk dipindahkan ke areal ini, dan untuk membedakannya nisan-nisan tersebut diberi tanda tulisan HK ( Hollandsche Kerk ).

Kemudian pada tanggal 9 Juli 1977 pemakaman ini resmi dijadikan museum yang terbuka untuk umum oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dengan koleksi berupa prasasti, nisan, miniatur makam khas 27 provinsi di Indonesia dan 1.372 makam terbuat dari bahan batu alam, marmer dan perunggu.

Tenang,rasa takutmu bisa sedikit berkurang, karena sebelum diresmikan jadi museum, jenazah di pemakaman tersebut sudah dipindahkan ke Menteng Pulo dan ada juga yang dibawa oleh keluarga ke daerah/negara asalnya. Jadi yang ada di disini hanya batu nisannya saja.

Tapi luas museum ini sekarang hanya tinggal 1,2 hektare saja disebabkan oleh perkembangan tata kota Jakarta yang semakin pesat.

Koleksi Museum Taman Prasasti

-Replikasi Kereta Jenazah
Jangat kaget saat memasuki lobi museum, karena kamu akan langsung disuguhkan oleh dua kereta jenazah antik yang digunakan untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman saat itu.

Kereta Jenazah antik

– Lonceng Perunggu
Pada masa itu, lonceng ini berfungsi sebagai pertanda berita kematian. Dan jika lonceng terus dibunyikan, itu artinya jenazah segera datang dan lonceng akan berhenti jika jenazah sudah tiba di pintu gerbang pemakaman.

– Peti Jenazah
Di dalam museum ini juga terdapat dua buah peti jenazah yang pernah dipakai untuk membawa jenazah Bapak Ir. Soekarno dan Bapak Drs. Mohammad Hatta.

– Prasasti dengan aksara Jepang
Prasasti ini dipindahkan dari Desa Leu Wiliang, Bogor. Dibuat untuk mengenang 30 tentara Jepang yang tewas melawan sekutu pada tahun 1942 ).

– Beberapa makam tokoh penting dari Belanda, Inggris, Jepang dan Indonesia :

Dr. H.F. Roll ( Pendiri STOVIA atau Sekolat Tinggi Dokter Indonesia yang sekarang dikenal dengan Fakultas kedokteran Universitas Indonesia ).

Soe Hok Gie ( Seorang aktivis pergerakan mahasiswa dan salah satu pendiri Mahasiswa Pencinta Alam Indonesia Universitas Indonesia ( MAPALA ) yang meninggal di usia 27 tahun di puncak Gunung Semeru karena menghisap gas beracun ).

Johan Herman Rudolf Kohler ( Jenderal Belanda yang memimpin Perang Aceh tahun 1873. Saat relokasi tahun 1975, jenazahnya dipindahkan untuk dimakamkan di Banda Aceh ).

Replika Prasasti Pecah Kulit Pieter Erberveld ( Seorang Indo-Belanda yang menentang Pemerintahan Belanda dan berencana untuk membunuh semua orang Belanda di Batavia, tapi sayang rencananya ketahuan oleh Pemerintah Belanda. Akhirnya ia diberi hukuman mati dengan cara tangan dan kakinya ditarik oleh empat ekor kuda kearah berlawanan yang mengakibatkan tubuhnya terpecah. Kejam sekali ya…
Dan sampai saat ini tempat eksekusi tersebut dikenal dengan nama Kampung Pecah Kulit di Jl. Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat ).

Patung “Crying Lady” ( Menggambarkan kesedihan seorang wanita yang baru menikah namun ditinggal sang suami meninggal dunia karena terserang penyakit malaria di Batavia ).

Kapitein Jas ( Sebagian orang yakin bahwa makam ini dapat memberikan kesuburan, keselamatan, kemakmuran serta kebahagiaan ).

Olivia Mariamne Raffless ( Istri dari seorang Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang juga seorang pendiri Kebun Raya Bogor. Sebagai kenangan untuk istrinya, Raffles membangun monumen peringatan yang ia dirikan di Kebun Raya Bogor ).

Monumen J.J. Perie ( Berbentuk seperti monumen tinggi dan berwarna hijau, nisan ini sangat jelas terlihat dari kejauhan. Dibangun untuk mengenang jasa-jasanya sebagai panglima perang Belanda di Jawa).

Adami Caroli Claessens ( Seorang tokoh agama Katolik yang berjasa membangun kembali Gereja Katedral yang sempat roboh pada tahun 1890 )

Waktu Berkunjung Yang Tepat

Jadwal buka dari Museum Taman Prasasti
Selasa – Minggu : 09.00 – 15.00
Hari Senin dan Libur Nasional : TUTUP

Biasanya museum ini akan ramai oleh pengunjung setiap weekend dari pukul 11 pagi sampai tutup pukul 3 sore.

Jadi, sebaiknya kamu datang di hari selain Sabtu dan Minggu ya.
Tapi kalau kamu hanya ada waktu saat weekend, kamu bisa berkunjung diantara pukul 9 – 10 pagi untuk menghindari puncak ramai pengunjung.

Harga Tiket Masuk
Dewasa : IDR 5.000
Mahasiswa : IDR 3.000
Anak-anak : IDR 2.000

Lokasi Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti terletak di pusat kota Jakarta tepatnya di :
Jl. Tanah Abang I No.1, RT.11/RW.8, Petojo Sel., Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
(021) 3854060

Click for google map

Di sekitar lokasi museum ini kamu juga melihat Kantor Walikota Jakarta Pusat dan juga Gedung KONI yang berada tepat di sebelah museum.

Fasilitas Museum Taman Prasasti

Museum ini menyediakan jasa pemandu wisata bagi kamu yang ingin mendapatkan pengetahuan secara detail sambil berkeliling museum.

Di bagian samping lobi museum kamu juga bisa menemukan toilet. Dan tersedia lahan parkir untuk kamu yang membawa kendaraan. Tapi kalau sedang ramai, mungkin sebagai alternatif kamu bisa numpang parkir di halaman gedung KONI atau kantor Walikota Jakarta Pusat.

Transportasi Menuju Museum Taman Prasasti

Dari Stasiun Gambir kamu bisa menuju ke museum hanya 5 menit berkendara. Atau menggunakan taxi dengan tarif max. IDR 20.000 dan ojek online dengan tarik sekitar IDR 8.000 saja.

Kalau mau naik Busway kamu bisa pilih Transjakarta jurusan Blom M – Kota dan turun di halte Monas. Dari sini kamu tinggal jalan kaki selama 10 menit, tapi kalau tidak mau kamu bisa naik, ojek pangkalan maupun taxi dengan tarif sesuai argo atau transportasi daring lainnya.

Dari Bandara International Soekarno Hatta, kamu bisa naik bis DAMRI menuju Stasiun Gambir ( harga tiket IDR 40.000 ). Dari Gambir kamu bisa naik Go-Jek atau Grab dengan estimasi harga IDR 8.000 – IDR 12.000.

Tips Bagi Pengunjung Luar Jakarta

Nah, bagi kamu yang datang jauh-jauh dari luar Jakarta dan ingin merasakan nuansa yang berbeda dari Museum Taman Prasasti ini, kami akan berbagi tips untuk kamu agar kamu juga bisa mengunjungi tempat wisata menarik lainnya di Jakarta.

1. Carilah hotel yang letaknya strategis dan sangat dekat dengan Museum Taman Prasasti.
Bahkan kamu tidak perlu naik kendaraan apapun karena kamu bisa kesana tidak sampai 5 menit saja.

2. Memiliki layanan Free Shuttle ke beberapa tempat wisata lainnya
Kalau sudah di Jakarta, kamu juga harus mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya dong. Dengan layanan Free Shuttle yang diberikan oleh pihak hotel, kamu jadi bisa menghemat anggaran transportasi dan mengalihkannya untuk biaya-biaya lain.

3. Memiliki restoran hotel 24 jam
Dengan layanan ini kamu jadi tidak perlu merasa khawatir jika kelaparan di tengah malam dan kapanpun merasa lapar, kamu tinggal memesan makan di restoran tersebut.

4. Menyediakan layanan Reflexologi Massage
Layanan ini bisa merelaksasi tubuhmu saat merasa lelah. Dengan pijatan-pijatan refleksi pada kaki dan tangan akan membuat tubuh kamu segar kembali. Tentunya dengan harga yang telah ditetapkan oleh pihak hotel.

5. Menyediakan Fasilitas Room Meeting
Sangat cocok untuk kamu yang ingin mengadakan meeting di hotel sekaligus tempat untuk menginap relasi bisnis kamu. Jadi kamu bisa mengajaknya untuk mengunjungi museum dan tempat wisata populer di dekat hotel.

Bagaimana, Sudah siap untuk merasakan sensasi suram dan sunyi di museum peninggalan kolonial Belanda ini ?

Jangan lupa tetap jaga kebersihan dan jangan pernah mencoret-coret apapun yang ada di dalam museum ini ya.

Let’s Make Your Holiday More Fun in Jakarta