Sebagai ibukota negara, Kota Jakarta terkenal tak pernah sepi. Mobilitas penduduknya setiap hari juga sangat tinggi sebab disinilah pemerintahan dan industri berpusat. Keramaian dan kemacetan kota selalu mengiringi perjalanan para penduduk ibukota yang menyebabkan perjalanan menuju tempat tujuan menghabiskan banyak waktu. Untuk itu, pemerintah DKI Jakarta berusaha menyiasati kemacetan dengan menyediakan berbagai transportasi umum seperti KRL Jakarta, LRT serta MRT. 

Berbicara mengenai KRL, moda transportasi ini adalah yang paling tua diantara LRT dan MRT. KRL juga tak hanya beroperasi di dalam Kota Jakarta saja, tetapi hingga wilayah Jabodetabek. Tentunya alat transportasi ini juga dapat mengantar penumpang dalam jumlah banyak sebab terdiri atas 6-10 gerbong sehingga kapasitasnya lebih besar. Nah, agar kamu lebih mengenal moda transportasi KRL, simak ulasan lengkap seputar KRL Jakarta berikut.

Latar Belakang KRL Jakarta

Keberadaan KRL atau Kereta Rel Listrik di Indonesia ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Lokomotif listrik pertama yang beroperasi di Indonesia merupakan rangkaian gerbong yang berasal dari Belanda dan telah digunakan selama puluhan tahun. Hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengganti lokomotif tersebut karena usang dengan lokomotif asal Jepang. Pembaharuan layanan KRL juga terus dilakukan oleh pemerintahan bersama PT KAI guna memberikan pelayanan terbaik pada penumpang. Pembenahan tersebut diawali pada tahun 2009 dengan membeli kereta AC pertama serta kebijakan pelarangan penumpang di atap kereta serta PKL dan pengamen di dalam kereta. 

Pembaruan berikutnya dilakukan pada 2011, dimana rute KRL disederhanakan menjadi lima rute utama, penerapan gerbong khusus wanita, penghapusan KRL ekspres serta pengubahan nama KRL ekonomi-AC menjadi kereta Commuter Line. Modernisasi terus dilakukan sampai pada tahun 2013, pengelola KRL menerapkan sistem tiket elektronik (E-Ticketing) serta sistem tarif progresif. Semua pembaharuan yang dilakukan oleh KCI atau Kereta Commuter Indonesia bertujuan untuk meningkatkan mutu serta pelayanan bagi para pengguna KRL agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan mudah. Hal tersebut terbukti dengan antusias masyarakat yang tinggi terhadap penggunaan moda transportasi ini yang mencapai lebih dari 900.000 orang setiap harinya. 

Jam Operasional, Tarif, Rute KRL Jakarta

KRL Jakarta memiliki jam operasional yaitu mulai pukul 04.00 – 00.00 WIB setiap harinya. Tarif dari kereta ini juga sangat terjangkau yaitu Rp3.000 untuk 1-25 km pertama serta untuk 10 km berikutnya dikenakan biaya tambahan Rp1.000 yang berlaku kelipatan. Perlu diketahui jika ingin naik KRL, alat pembayaran yang digunakan adalah berupa kartu.Terdapat dua macam kartu yang dapat dipakai, yaitu Kartu Multi Trip (KMT) dan Kartu Bank atau e-money. KMT adalah tiket KRL elektronik yang dapat digunakan berulang kali serta tak terbatas waktu selama masih memiliki saldo. Biaya pembuatan kartu ini untuk pertama kali adalah Rp50.000 dan mendapat saldo sebesar Rp.30.000. 

Sedangkan, untuk kartu bank dan e-money yang bisa kamu gunakan adalah Mandiri E-Money, Brizzi, BNI TapCash, BCA Flazz serta Link Aja. Jika kamu jarang menggunakan KRL, terdapat pula Tiket Harian Berjaminan (THB) yang digunakan hanya untuk satu kali perjalanan saja. Biaya untuk mendapat kartu THB adalah Rp10.000 serta ditambah tarif rute KRL yang kamu pilih. Namun, di beberapa stasiun KRL metode THB ini telah dihapuskan. Selain itu, terdapat pula 80 stasiun KRL Jakarta di seluruh wilayah Jabodetabek, Banten dan Cikarang dengan rute sebagai berikut:

Rute KRL Jakarta 

  1. Bogor/Depok – Manggarai – Jakarta Kota PP
  2. Depok/Bogor – Tanah Abang – Pasar Senen – Jatinegara PP
  3. Bekasi – Jatinegara – Stasiun Manggarai – Jakarta Kota PP 
  4. Rangkasbitung/Maja/Parung Panjang/Serpong – Tanah Abang PP
  5. Tangerang – Duri PP
  6. Tanjung Priok – Jakarta Kota PP 

Tips Naik KRL Jakarta

Bagi kamu pemula yang ingin menaiki KRL untuk pertama kali, simak tips berikut ini: 

  • Siapkan Uang Pas Saat Membeli Tiket
    Siapkan uang pas untuk membeli kartu THB sebesar Rp10.000 untuk menghindari antrian. Selain THB kamu juga bisa menggunakan kartu non-tunai yang bekerja sama dengan Commuter Line Indonesia seperti KMT dan e-money untuk membeli tiket.
  • Membeli Tiket
    Beli tiket menggunakan mesin tiket otomatis (vending machine ticket) atau mengunjungi loket penjualan tiket manual.
  • Masuk Peron dan Menunggu KRL
    Masuk melalui gate atau pintu masuk dengan men-tap kartu. Kamu dapat masuk jika lampu pada pintu berwarna hijau. Setelah berhasil, tunggu kereta datang di peron sesuai tujuan.
  • Masuk KRL
    Patuhi peraturan yang berlaku dan dahulukan penumpang yang akan turun. Selain itu, berikan kursi prioritas pada penumpang yang membutuhkan seperti wanita hamil, anak-anak, disabilitas dan lansia.
  • Perhatian Barang Bawaan
    Letakkan barang bawaan di kabin, namun kamu harus memperhatikan agar barang tersebut tidak tertinggal saat turun. Perlu diingat juga jika KRL hanya memperbolehkan membawa dua barang dengan ukuran maksimum 100x40x30 cm dan dua koper maksimal berukuran 48x74x29 cm.

Etika Saat Naik KRL Jakarta

  1. Budayakan mengantri dengan tertib
  2. Mendengarkan pesan petugas di pengeras suara
  3. Tengok kanan kiri saat menyebrangi rel
  4. Berdiri di belakang garis kuning peron 
  5. Jaga kebersihan di stasiun 
  6. Dilarang meludah sembarangan 
  7. Dahulukan penumpang yang akan turun 
  8. Tidak berkumpul di depan pintu kereta 
  9. Memperhatikan peta rute commuter line 
  10. Tidak berpura-pura tidur di KRL
  11. Kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu yang membawa balita dan serta penyandang disabilitas 
  12. Menjaga bau badan saat di KRL
  13. Tidak berdendang di KRL
  14. Tidak menaruh barang di kursi KRL 
  15. Tas ransel ditaruh ke depan 
  16. Ikuti petunjuk dan aturan yang berlaku 
  17. Tidak bermesraan di dalam KRL
  18. Tidak berbuat kriminal dan asusila
  19. Jalur sebelah kanan untuk mendahului 
  20. Melakukan tapping gate dengan benar
  21. Segera menghubungi petugas jika terdapat barang yang tertinggal di peron 
  22. Bantu penumpang yang sakit dan segera minta bantuan petugas 
  23. Jika barang terjatuh di rel minta bantuan petugas untuk mengambil, jangan berinisiatif mengambil sendiri 
  24. Baik laki-laki dan perempuan tidak boleh egois dan abai untuk saling menawarkan bantuan kepada yang lebih membutuhkan 

Moda transportasi yang diadakan oleh pemerintah DKI Jakarta memang ada banyak dan KRL adalah salah satunya. Rute KRL yang dapat menjangkau hingga area Jabodetabek membuat alat transportasi ini tak pernah sepi penumpang setiap harinya. Tak hanya jangkauan rutenya saja, KRL juga dapat mengantarkan kamu lebih cepat ke tempat tujuan. Oleh karena itu, transportasi umum ini patut dijadikan pilihan setiap hari untuk membawamu terbebas dari kemacetan di Ibukota.

Leave a Reply